Leave a Reply


KOMPAS.com – Apa yg ada di benak Anda saat mendengar nama OnePlus, Oppo, dan Vivo? Ya, ketiganya yaitu perusahaan smartphone dunia yg sama-sama berasal dari China.

Namun, tahukah Anda bahwa ketiganya milik sesuatu kesamaan besar lainnya? OnePlus, Oppo, dan Vivo ternyata yaitu anak usaha dari sebuah perusahaan raksasa China bernama BBK Electronics.

Nama perusahaan terakhir memang jarang terdengar di Indonesia. Meskipun begitu, BBK ternyata telah berdiri sejak tahun 1995. Bisnisnya pun beragam dan dua kali mengalami perubahan.

Bahkan, perusahaan itu pernah membuat kloningan dari konsol Nintendo Entertainment System.

Vivo dan Oppo dimiliki secara penuh oleh BBK. Sementara itu, OnePlus yaitu anak perusahaan dari Oppo. Oleh karena itu, OnePlus memang yaitu bagian dari BBK.

Oppo baru masuk ke dunia smartphone pada tahun 2008 lalu. Sebelum bermain di dunia ponsel, Oppo lebih banyak memproduksi dan mengembangkan perangkat pemutar DVD, Blu-ray, dan audio.

Menariknya, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Phone Arena, Selasa (28/6/2016), Oppo tak butuh waktu lama buat bersaing di dunia smartphone, khususnya di China. Perusahaan itu dikatakan cuma butuh waktu lima tahun bagi sejajar dengan nama-nama besar lain, seperti ZTE, Huawei, dan Lenovo.

Sementara itu, Vivo berdiri sejak tahun 2009, tapi baru akan berjualan ponsel pada tahun 2011. Perangkat buatannya dikenal terus dilengkapi dengan chip audio terpisah dan layar beresolusi tinggi.

Saking seriusnya di dunia audio, Vivo mendirikan sebuah laboratorium khusus audio di Shenzhen bagi keperluan penelitian.

Kembali ke BBK, perusahaan ini memiliki fasilitas produksi yg sangat besar, mencapai 10 hektar. Selain itu, perusahaan tersebut memiliki lebih dari 17.000 karyawan. Bisa dikatakan, BBK memiliki sumber daya yg lebih dari cukup buat memenuhi kebutuhan produksi ketiga anak perusahaannya itu.

BBK pun tengah berencana bagi mendirikan anak perusahaan baru juga di dunia smartphone. Perusahaan yg dinamakan imoo ini nantinya mulai banyak merilis perangkat buat kalangan anak-anak buat keperluan pembelajaran.


Sumber: http://tekno.kompas.com
Share this: