Leave a Reply


KOMPAS.com – Layanan photo sharing Instagram baru saja memperkenalkan Stories. Fitur anyar ini telah mampu didapatkan melalui update aplikasi Instagram di toko aplikasi Android dan iOS.

Baca: Tambah Fitur Stories, Instagram Jadi Mirip Snapchat

Stories terbilang mirip dengan Snapchat. Pengguna dapat mengunggah foto atau video singkat yg diimbuhi teks atau coretan gambar.

Foto dan video yg diunggah ke Stories tak ditampilkan di timeline penting Instagram, melainkan diakses secara terpisah dengan cara berbeda. Instagram pun seolah memiliki beberapa linimasa di dalamnya.

Bagaimana cara menggunakan Stories di Instagram? Ikuti langkah-langkahnya di bawah ini.

1. Update aplikasi

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Tampilan avatar Stories di laman home Instagram (kiri) dan antarmuka pengambilan gambar. Sesudah merekam foto atau video, pengguna mampu menambahkan tulisan atau coretan.
Jika belum dilakukan, maka langkah pertama adalah melalukan update aplikasi Instagram ke versi terbaru lewat toko aplikasi Google Play Store atau Apple App Store.

Setelah itu buka aplikasi Instagram. Deretan icon baru berbentuk bundar mulai tampil di atas tampilan layar di laman home.

Masing-masing icon bundar tersebut yaitu avatar yg mewakili teman pengguna di Instagram. Foto atau video Stories unggahan teman mampu dilihat dengan memilih icon avatar yg bersangkutan.

Dengan kata lain, lewat avatar itulah pengguna melihat konten yg mengalir di feed Stories. Timeline penting Instagram sendiri tetap tak berubah. Konten stories cuma ditampilkan apabila pengguna meng-klik avatar.

Teman yg mengunggah konten Stories baru (yang belum dilihat oleh pengguna) mulai ditandai dengan lingkaran berwarna merah di sekeliling icon avatar.

Demikian juga sebaliknya, apabila pengguna mengunggah konten Stories baru, maka teman-teman di Instagram mulai memperoleh pemberitahuan lewat cara di atas.

Konten Stories mulai ditampilkan secara full-screen. Untuk melihat foto atau video Stories berikutnya dari seorang teman, sentuhkan jari (tap) ke layar. Untuk melihat konten dari teman lain, sapukan jari ke kanan atau kiri.

2. Buat dan unggah foto atau video

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Konten yg diunggah di Stories dapat diatur agar tak dilihat oleh pengguna lain


Lalu, bagaimana cara membikin dan mengunggah konten buat ditampilkan di Stories? Mudah saja, cukup dengan memilih tanda “+” yg terletak di pojok kiri atas layar di laman home, tepat di sebelah kiri tulisan “Instagram”.

Instagram pun mulai segera mengaktifkan kamera ponsel dan menyuguhkan tampilan jendela bidik minimalis mirip Snapchat.

Terdapat tiga tombol di bagian bawah. Tombol kiri berfungsi bagi mengaktifkan flash, tombol kanan buat memilih kamera depan atau belakang.

Tombol pengambil gambar yg berbentuk bundar terletak di tengah. Cara pengambilan gambar pun mirip Snapchat: buat mengambil foto, tekan tombol tersebut dengan singkat.

Untuk merekam video, tekan tombol itu dahulu tahan selama durasi perekaman yg diinginkan. Ponsel mulai segera berhenti merekam begitu jari diangkat. Panjang video yg dapat direkam maksimal 10 detik.

Instagram kemudian mulai menampilkan layar penyuntingan foto atau video. Di sini pengguna dapat tidak mengurangi tulisan dan aneka coretan warna-warni pada konten yg hendak diunggah.

Dibanding Snapchat, opsi manipulasi yg tersedia masih relatif terbatas. Tak ada filter yg dapat diterapkan bagi memermak tampilan foto atau video. Teks cuma dapat berwarna putih dan dari sesuatu macam font.

Gambar-gambar yang lain pun belum ada, kecuali emoji (dari penulisan teks) seperti yg dapat dilihat dalam screenshot di atas.

3. Bagikan dan kirim pesan

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Pengguna mampu mengetahui siapa saja yg telah melihat sebuah post Stories. Posting Stories juga dapat disimpan ke ponsel atau diteruskan ke linimasa penting Instagram. Pengiriman pesan atas konten Stories dikerjakan lewat inbox Instagram


Kelar menyunting, foto atau video dapat segera diunggah. Pengguna juga mampu mengatur agar konten Stories tak dilihat oleh pengguna yang lain yg tak dikehendaki.

Konten yg sudah diunggah oleh pengguna mampu dilihat dengan memilih avatar punya sendiri (berada di sisi paling kiri) di deretan icon avatar di laman home.

Di bawah ada tanda panah kecil berikut angka. Ini adalah jumlah teman yg telah melihat posting Stories yg bersangkutan.

Klik tanda panah tersebut buat melihat daftar teman yg telah melihat konten foto atau video yg diunggah, seperti dalam gambar di atas.

Ada tiga tombol di sisi kanan atas. Tombol paling kiri (berbentuk panah ke bawah) berfungsi buat menyimpan foto atau video Stories yg diunggah ke dalam memori internal ponsel.

Tombol kedua berbentuk panah ke atas berfungsi meneruskan konten Stories ke Instagram buat ditampilkan di timeline utama, lengkap dengan opsi cropping dan efek-efek retro. Tombol ketiga adalah bagi menghapus konten yg bersangkutan.

Posting di Stories tak dapat ditambahi “like” atau komentar. Tapi pengguna dapat mengirim pesan ke teman yg mengunggah dengan meng-klik pilihan “send message” di pojok kiri bawah tampilan konten.

Pesan yg dikirimkan, berikut balasannya, mulai masuk di folder inbox seperti biasa.

Perlu ditambahkan bahwa -lagi-lagi mirip Snapchat- konten foto atau video yg diunggah ke Stories mulai terhapus secara otomatis dalam 24 jam.
Sumber: http://tekno.kompas.com
Share this: