Leave a Reply


KOMPAS.com – Ledakan Samsung Galaxy Note 7 kembali menelan korban. Kali ini, seorang bocah berusia 6 tahun, yang berasal Brooklyn, dilaporkan menderita luka bakar karena ponsel itu meledak ketika digenggam.

Peristiwa nahas ini bermula ketika sang bocah sedang memainkan ponsel tersebut di rumahnya, di wilayah perumahan East Flatbush, Brooklyn, New York, Amerika Serikat. Tak dinyana, ponsel dalam genggamannya mendadak terbakar.

“Anak itu sedang menonton video ketika baterai ponselnya tiba-tiba meledak,” terang Linda Lewis, nenek dari sang bocah.

Tidak ada informasi apakah Galaxy Note 7 itu meledak ketika diisi ulang daya baterainya atau tidak. Sebab, selama ini perkara Galaxy Note 7 yg meledak kebanyakan terjadi ketika diisi ulang baterainya/di-“charge”.

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari New York Post, Selasa (13/9/2016), keluarga sang bocah pun sigap dan segera menghubungi nomor darurat. Selanjutnya, bocah itu segera dibawa ke Downstate Medical Center bagi mendapat pengobatan.

“Sekarang dia telah pulang. Tapi (ketakutan) tak mau melihat atau mendekati ponsel apa pun. Dia selalu saja menangis,” imbuh sang nenek.

Dia juga mengaku bahwa keluarga sang bocah sudah menghubungi Samsung terkait peristiwa tersebut, namun mereka enggan berkomentar lebih jauh.

Beberapa minggu belakangan, muncul sejumlah laporan yg mengenai Samsung Galaxy Note 7 yg terbakar atau meledak. Pasca peristiwa itu, raksasa elektronik Korea Selatan ini pun segera mengumumkan recall (penarikan), baik pada unit yg telah terjual atau berada di gudang distributor.

Samsung pun sudah mengeluarkan himbauan agar pemilik Galaxy Note 7 berhenti memakai ponsel tersebut dan menukarnya dengan yg baru.

Total ada 2, 5 juta unit ponsel yg ditarik Samsung di segala dunia. Selain itu, Samsung juga menjanjikan ganti rugi pada para pemilik atau pemesan Galaxy Note 7.

Credit Suisse AG dan beberapa lembaga finansial yang lain memperkirakan bahwa ongkos penarikan semua unit Galaxy Note 7 itu mampu mencapai 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 13 triliun.


Sumber: http://tekno.kompas.com
Share this:


KOMPAS.com – Ledakan Samsung Galaxy Note 7 kembali menelan korban. Kali ini, seorang bocah berusia 6 tahun, yang berasal Brooklyn, dilaporkan menderita luka bakar karena ponsel itu meledak ketika digenggam.

Peristiwa nahas ini bermula ketika sang bocah sedang memainkan ponsel tersebut di rumahnya, di wilayah perumahan East Flatbush, Brooklyn, New York, Amerika Serikat. Tak dinyana, ponsel dalam genggamannya mendadak terbakar.

“Anak itu sedang menonton video ketika baterai ponselnya tiba-tiba meledak,” terang Linda Lewis, nenek dari sang bocah.

Tidak ada informasi apakah Galaxy Note 7 itu meledak ketika diisi ulang daya baterainya atau tidak. Sebab, selama ini perkara Galaxy Note 7 yg meledak kebanyakan terjadi ketika diisi ulang baterainya/di-“charge”.

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari New York Post, Selasa (13/9/2016), keluarga sang bocah pun sigap dan segera menghubungi nomor darurat. Selanjutnya, bocah itu segera dibawa ke Downstate Medical Center bagi mendapat pengobatan.

“Sekarang dia telah pulang. Tapi (ketakutan) tak mau melihat atau mendekati ponsel apa pun. Dia selalu saja menangis,” imbuh sang nenek.

Dia juga mengaku bahwa keluarga sang bocah sudah menghubungi Samsung terkait peristiwa tersebut, namun mereka enggan berkomentar lebih jauh.

Beberapa minggu belakangan, muncul sejumlah laporan yg mengenai Samsung Galaxy Note 7 yg terbakar atau meledak. Pasca peristiwa itu, raksasa elektronik Korea Selatan ini pun segera mengumumkan recall (penarikan), baik pada unit yg telah terjual atau berada di gudang distributor.

Samsung pun sudah mengeluarkan himbauan agar pemilik Galaxy Note 7 berhenti memakai ponsel tersebut dan menukarnya dengan yg baru.

Total ada 2, 5 juta unit ponsel yg ditarik Samsung di segala dunia. Selain itu, Samsung juga menjanjikan ganti rugi pada para pemilik atau pemesan Galaxy Note 7.

Credit Suisse AG dan beberapa lembaga finansial yang lain memperkirakan bahwa ongkos penarikan semua unit Galaxy Note 7 itu mampu mencapai 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 13 triliun.


Sumber: http://tekno.kompas.com
Share this: