Leave a Reply


KOMPAS.com – Pasca penarikan produk secara besar-besaran akibat kendala baterai, Samsung sudah mengirimkan unit Galaxy Note 7 pengganti kepada para pelanggannnya. Samsung pun sudah meminta pemilik Galaxy Note 7 versi awal buat menukarnya dengan versi yg lebih baru dan aman.

Namun tidak disangka, ponsel pengganti tersebut ternyata masih bermasalah dan terbakar dengan sendirinya.

Ponsel pengganti yg mestinya aman itu tiba-tiba mengeluarkan asap ketika berada di dalam pesawat Southwest Airlines nomor penerbangan 994, rute Lousville – Baltimore, AS. Akibatnya semua penumpang dan kru pesawat segera dievakuasi.

Juru bicara Southwest Airlines menyebutkan proses evakuasi dikerjakan melalui pintu penting kabin dan tak ada penumpang yg terluka dalam insiden tersebut.

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari The Verge, Kamis (6/10/2016), Brian Green, pemilik Galaxy Note 7 yg terbakar itu mengonfirmasi bahwa Galaxy Note 7 yg dipakainya yaitu unit pengganti dari Samsung.

Dia baru saja menukarkan Galaxy Note 7 miliknya yg pertama dengan unit pengganti di toko punya operator AT&T pada 21 September 2016 lalu. Brian pun menyertakan sebuah foto kemasan Galaxy Note 7 dengan simbol kotak hitam, penanda bahwa Galaxy Note 7 tersebut adalah unit pengganti.

The Verge Kotak Samsung Galaxy Note 7 yg terbakar di dalam pesawat, memperlihatkan penanda kotak hitam di barcode, artinya unit tersebut adalah unit pengganti yg seharusnya aman.
Sebelum masuk ke pesawat, Brian mengaku sudah mematikan smartphone sesuai dengan syarat maskapai penerbangan, kemudian menyimpannya dalam saku. Namun Galaxy Note 7 tersebut sekonyong-konyong mengeluarkan asap, sehingga dia menjatuhkannya ke lantai pesawat.

Menurut Brian, ponsel tersebut dipadamkan ketika baterai dalam keadaan 80 persen. Selama menggunakan smartphone itu, proses pengisian daya terus dikerjakan melalui charger nirkabel.

Seorang rekan Brian mengaku melihat ponsel tersebut sudah terpanggang hingga membakar lantai pesawat. Dia melihatnya ketika kembali masuk ke pesawat buat mengambil sejumlah barang pribadi.

The Verge juga sempat melakukan pengecekan IMEI melalui situs resmi Samsung. Hasilnya memperlihatkan bahwa Galaxy Note 7 punya Brian adalah versi yg tak terpengaruh oleh penarikan ulang (recall).

Samsung pun sudah merilis pernyataan resmi mengenai peristiwa tersebut. Perusahaan menyampaikan mesti mengecek fisik Galaxy Note 7 yg terbakar itu sebelum memastikan statusnya sebagai ponsel pengganti atau ponsel lama.

“Sampai kita mendapatkan handset itu, kalian tak dapat mengonfirmasi bahwa insiden ini melibatkan Galaxy Note 7 yg baru. Kami bekerja sama dengan pihak berwajib dan Soutwest buat mendapatkan ponsel yg terbakar itu dan meneliti penyebabnya. Setelahnya, baru kalian dapat memberikan keterangan lebih lanjut,” tulis informasi resmi Samsung.

Baca: Ini Tanda Khusus Galaxy Note 7 yg Sudah Aman
Sumber: http://tekno.kompas.com
Share this: