Leave a Reply


KOMPAS.com – Sebuah film dokumenter yg tayang di stasiun televisi Aj Jazeera mengungkap fakta sejumlah keluhan dan ketakutan karyawan dan mantan karyawan Boeing yg merakit pesawat B787 Dreamliner.

Dengan kamera tersembunyi, salah seorang karyawan masuk ke fasilitas perakitan pesawat generasi terbaru Boeing itu di Charleston, South Carolina, AS dan menanyai sejumlah karyawan yg bekerja di sana.

Hasilnya, Dikutip KompasTekno dari AviationSquad, Selasa (20/6/2016), 10 dari 15 karyawan Boeing yg ditanya apakah mereka mau naik/terbang dengan pesawat yg sedang mereka rakit (B787), menjawab dengan tidak.

“(Desainnya) cacat, mungkin aku mulai naik, tetapi itu perbuatan nekat,” kata seorang pekerja yg wajah dan suaranya disamarkan dalam video.

Pekerja lainnya menimpali, “Kami tak merakitnya agar dapat terbang, kalian merakitnya bagi dijual.”

YOSHIKAZU TSUNO / AFP Salah sesuatu Boeing 787 Dreamliner punya maskapai All Nippon Airways (ANA).


B787 Dreamliner memang menghadapi kendala teknis serius, bahkan dalam sesuatu tahun ketika resmi dioperasikan secara komersil pada 2013.

Setidaknya dalam tahun itu, ada empat insiden yg dialami oleh B787 yg dioperasikan oleh maskapai Jepang, ANA dan JAL, semuanya terkait dengan persoalan baterai lithium-ion yg digunakan dalam pesawat.

Insiden tersebut mengakibatkan Federal Aviation Administration (FAA) meng-grounded atau mengeluarkan larangan terbang buat seluruh tipe B787 di semua dunia, sebelum akhirnya Boeing melakukan tindakan korektif.

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=NxZLI070-Yk]

Tanggapan Boeing

Boeing sendiri menyampaikan dokumenter tersebut bersifat bias. Kepada News.com.au, juru bicara Boeing mengatakan, “Komentar dua orang yg tak jelas identitasnya yg bernada marah/kecewa membawa agenda pribadi, rekaman dengan kamera tersembunyi juga bertentangan dengan profesionalisme dan dedikasi yg ditunjukkan rekan kerja kita yg setiap hari membangun pesawat penumpang yg canggih.”


Sumber: http://tekno.kompas.com
Share this: