Mengapa Iron Man Memilih Pakai Ponsel Buatan China?


KOMPAS.com — Tony Stark alias pahlawan super Iron Man tampak dua kali memakai smartphone di film Captain America: Civil War. Pertanyaannya, kira-kira smartphone apakah yg sebenarnya digunakan oleh miliarder dari dunia Marvel itu?

Stark diketahui tak menggunakan sesuatu dari beberapa smartphone terpopuler ketika ini, yakni iPhone 6S ataupun Samsung Galaxy S7. Ia ternyata memakai smartphone yg dibuat oleh perusahaan yang berasal China, Vivo.

Meskipun begitu, hingga ketika ini, belum diketahui, macam pasti dari smartphone yg digunakannya tersebut.

Beberapa media menyebutkan, karakter Stark memakai Vivo seri XPlay 5 Elite. Media yang lain menyampaikan Vivo V3 Max.

Belakangan diketahui, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Gizmodo, Jumat (13/5/2016), smartphone yg digunakan sang pahlawan super adalah ponsel yg masih berupa konsep dari Vivo.

Mengapa pakai ponsel China?

Pertanyaan besar berikutnya, mengapa Stark, seorang milarder dengan harta yg luar biasa berlimpah, menetapkan buat memakai ponsel Vivo?

Pasalnya, meskipun telah masuk ke jajaran atas vendor smartphone dunia, perangkat buatan Vivo sendiri sebenarnya belum terlalu dikenal.

Vivo yaitu salah sesuatu merek yg dimiliki oleh perusahaan ponsel China, BBK Electronics.

Nama tersebut terdengar asing, tapi BBK Electronics sebenarnya cukup besar di China. Pabrikan ini milik beberapa merek besar lain, yakni Oppo sebagai versi mutakhir dan OnePlus sebagai versi khusus para penggemar gadget. Namun, justru Vivo yg dipilih.

Marvel tak pernah menjelaskan alasannya. Lantas, alasan yg paling masuk akal, penggunaan ponsel ini bagi urusan iklan, dan bagi menarik lebih banyak penonton dari China. Pendapatan iklan dari Vivo tentunya dapat tidak mengurangi modal pembuatan film tersebut.

Negeri Tirai Bambu sendiri ketika ini memiliki populasi 1,5 miliar jiwa. Marvel dikatakan ingin membangkitkan rasa kebanggaan warga negara China, saat produknya digunakan di sebuah film Hollywood.

Oleh karena itu, Marvel berharap, masyarakat China berbondong-bondong tiba ke bioskop demi melihat smartphone Vivo yg ada di film tersebut.

Harapan tersebut sepertinya berhasil. Captain America: Civil War ketika ini sudah menghasilkan 97 juta dollar AS atau Rp 1,2 triliun dari penayangan selama sepekan di China. Sementara itu, di AS, film ini berhasil mengantongi 187,7 juta dollar AS atau Rp 2,4 triliun pada minggu pemutaran perdana.

Dengan kata lain, film tersebut memperlihatkan kinerja yg tinggi di China atau sekitar 53 persen dari penghasilan di AS.


Sumber: http://tekno.kompas.com
Share this: