Leave a Reply


KOMPAS.com – Pada Kamis (8/9/2016) dini hari, Apple resmi memperkenalkan smartphone terbarunya, iPhone 7 Plus. Perangkat tersebut dibekali kamera penting 12 megapiksel dengan lensa berbukaan F1.8.

Tapi yg lebih menarik adalah unit penangkap gambar punya iPhone 7 Plus yg diperkenalkan berbarengan dengan iPhone 7. Ponsel ini memiliki kamera ganda di bagian punggungnya, masing-masing dengan resolusi 12 megapiksel.

Perbedaan di antara beberapa kamera iPhone 7 Plus, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Cnet, terletak pada macam lensa yg digunakan.

Kamera pertama dipasangi lensa 28 mm (ekuivalen full-frame) dengan bukaan F1.8, sementara kamera kedua mengusung lensa 56 mm (juga ekuivalen full frame) berbukaan F2.8.

Artinya, kedua lensa iPhone 7 Plus memiliki beberapa focal length berbeda. Satu kamera menghasilkan bidang padang wide-angle (28 mm) sementara lainnya memiliki bidang pandang setara lensa normal pada kamera digital (56 mm).

Bukan “zoom” optik

Saat memperkenalkan kamera ganda iPhone 7 Plus, Apple memakai istilah “optical zoom at 2x” yg membingungkan.

Istilah yg biasanya dipakai bagi menggambarkan rentang zoom adalah “2x optical zoom” yg berarti focal length lensa kamera dapat diperpanjang hingga 2 kali angka semula di titik terlebar dengan teknik zooming  (mengubah jarak antar lensa).

Pada zoom optik, proses penambahan focal length dikerjakan secara bertahap, misalnya dari 28 mm, dahulu 35 mm, 40 mm, kemudian 50 mm seiring dengan memanjangnya jarak antar lensa.

Tapi tak demikian halnya dengan iPhone 7 Plus. Ponsel ini sebenarnya tidak memiliki lensa zoom optik seperti pada, misalnya, seri ponsel Galaxy Camera dari Samsung, atau modul TrueZoom bagi ponsel modular Motorola Moto Z, melainkan beberapa kamera dengan lensa yg memiliki beberapa sudut pandang berbeda.

PetaPixel Perbedaan sudut pandang kamera wide pada iPhone 7 Plus (kiri) dan kamera short tele.


Dengan kata lain, iPhone 7 Plus memiliki beberapa lensa “prime” (lensa non-zoom dengan focal length tetap/fixed).

“Optical zoom” yg dimaksud Apple tidak yang lain adalah “melompat” dari bidang pandang 28 mm (wide) ke 56 mm (normal/short tele) saat pengguna berganti kamera yg diaktifkan.

iPhone 7 Plus memang dapat melakukan zoom hingga lebih dari 2x, tetapi proses tersebut memakai teknik digital zoom -bukan optical zoom– yg mengurangi ketajaman gambar.

Kamera dengan lensa 28 mm ideal buat memotret pemandangan, arsitektur, atau obyek yang lain yg membutuhkan sudut pandang lebar, sementara kamera dengan lensa 56 mm cocok buat memotret orang atau subyek yang lain secara close up.

Konsep serupa sebenarnya telah lebih dahulu diterapkan oleh LG dengan kamera ganda pada smartphone G5-nya. Hanya saja, implementasinya berlawanan. Alih-alih menanam lensa wide dan short tele, LG memakai lensa wide dan ultra-wide yg sangat lebar.

Efek “Depth of Field”

Penggunaan kamera ganda pada iPhone 7 Plus turut membuka mode pengambilan gambar baru, yakni “Portrait” yg tidak mengurangi efek depth of field (DoF) berupa background yg buram, sementara subyek penting tetap tampil tajam.

Cara kerjanya mirip dengan teknik serupa yg sudah lebih dahulu diterapkan di dua model ponsel Android. Kedua kamera menangkap gambar secara berbarengan bagi memperoleh keterangan jarak subyek penting dan background (depth map).

Sebuah algoritma software khusus lantas memisahkan subyek penting dengan background, kemudian memburamkan latar belakang secara artifisial. Preview dari efek ini mampu dilihat di layar ponsel.

Apple Contoh tangkapan gambar dengan background buram, oleh mode Portrait di iPhone 7 Plus

Hasilnya adalah foto dengan background buram dan subyek tajam, menyimulasikan efek DoF sempit yg biasanya cuma dapat diambil oleh kamera digital dengan sensor gambar berukuran besar (DSLR atau mirrorless, misalnya).

Apple menegaskan bahwa efek blur yg dihasilkan tidak mulai sebagus kamera digital dengan sensor besar, tetapi setidaknya telah cukup buat memberi pilihan pengambilan gambar yg lebih artistik bagi para pengguna iPhone 7 Plus.

Mode Portrait tak tersedia secara default pada iPhone 7 Plus saat akan dipasarkan nanti, melainkan mulai disalurkan lewat update software dalam dua pekan ke depan.

Fitur lain

Di samping beberapa hal di atas, kamera iPhone 7 Plus juga memiliki dua fitur yang lain seperti kemampuan menyimpan gambar dalam format RAW (DNG) yg lebih fleksibel bagi editing dibanding JPEG.

Ada juga image stabilization bagi meredam goyangan yg dapat memburamkan gambar, juga “wide color capture” yg diklaim mampu menangkap spektrum warna lebih luas.

Unit flash turut dipermak dan kini memiliki empat LED flash. Unit berjulukan Quad-LED system ini diklaim memiliki keluaran cahaya 50 persen lebih tinggi dibanding iPhone generasi sebelumnya, serta sanggup mengurangi flicker yg timbul ketika subyek berada di bawah lampu.

Semua proses pengolahan gambar ditangani oleh Image Signal Processor (ISP) baru yg tertanam di chip A10 Fusion yg mengotaki iPhone 7 Plus. Kinerja ISP baru ini diklaim beberapa kali lebih tinggi dibanding prosesor terdahulu.

Kamera depan bagi menjepret selfie ikut diperbarui dengan unit baru beresolusi 7 megapiksel, baik buat iPhone 7 maupun iPhone 7 Plus. Kedua ponsel rencananya mulai akan dapat dipesan di dua negara akan 9 September besok.
Sumber: http://tekno.kompas.com
Share this: