Leave a Reply


KOMPAS.com – Kendala bandwidth Wi-Fi yg berasal dari keterbatasan spektrum tidak perlu lagi dipikirkan. Tim peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) sudah menemukan teknologi peningkatan jaringan yg dapat memicu kecepatan Wi-Fi hingga tiga kali lipat.

Bertajuk “MegaMIMO 2.0”, sistem itu memungkinkan dua pemancar internet berkomunikasi pada spektrum yg sama ke dua penerima independen tanpa mengganggu sesuatu sama lain.

Teknologi MIMO (multiple in multiple out) sendiri ketika ini telah dikenal dan dipakai oleh dua pemancar sinyal atau router. MIMO memakai antena yg banyak buat menggandakan kapasitas frekuensi radio.

Sementara teknologi MegaMIMO 2.0 yg diklaim lebih efisien ini mampu dimanfaatkan para operator jaringan, sebagaimana dilaporkan BusinessInsider dan dihimpun KompasTekno, Senin (29/8/2016).

Pasalnya, tuntutan masyarakat modern terhadap mobile data berkecepatan tinggi semakin meningkat. Pada akhirnya, para penyedia jaringan harus mencari cara mengakomodir kebutuhan yg banyak dengan cara efisien.

Di Amerika Utara saja, tuntutan pemakaian data dari 2015 hingga 2020 diperkirakan mencapai 42 persen. Dalam angka, persentase itu memperlihatkan kebutuhan dari 557.000-an terabyte data per bulan menjadi lebih dari tiga juta terabyte per bulan.

Banyaknya kebutuhan mulai memperkecil kinerja spektrum dan melambatkan koneksi. MegaMIMO 2.0 diproyeksikan sebagai solusi.

Sistem ini masih dalam tahap uji coba. Belum jelas kapan tim MIT mulai mengomersilkan MegaMIMO 2.0 buat bisnis.


Sumber: http://tekno.kompas.com
Share this:


KOMPAS.com – Kendala bandwidth Wi-Fi yg berasal dari keterbatasan spektrum tidak perlu lagi dipikirkan. Tim peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) sudah menemukan teknologi peningkatan jaringan yg dapat memicu kecepatan Wi-Fi hingga tiga kali lipat.

Bertajuk “MegaMIMO 2.0”, sistem itu memungkinkan dua pemancar internet berkomunikasi pada spektrum yg sama ke dua penerima independen tanpa mengganggu sesuatu sama lain.

Teknologi MIMO (multiple in multiple out) sendiri ketika ini telah dikenal dan dipakai oleh dua pemancar sinyal atau router. MIMO memakai antena yg banyak buat menggandakan kapasitas frekuensi radio.

Sementara teknologi MegaMIMO 2.0 yg diklaim lebih efisien ini mampu dimanfaatkan para operator jaringan, sebagaimana dilaporkan BusinessInsider dan dihimpun KompasTekno, Senin (29/8/2016).

Pasalnya, tuntutan masyarakat modern terhadap mobile data berkecepatan tinggi semakin meningkat. Pada akhirnya, para penyedia jaringan harus mencari cara mengakomodir kebutuhan yg banyak dengan cara efisien.

Di Amerika Utara saja, tuntutan pemakaian data dari 2015 hingga 2020 diperkirakan mencapai 42 persen. Dalam angka, persentase itu memperlihatkan kebutuhan dari 557.000-an terabyte data per bulan menjadi lebih dari tiga juta terabyte per bulan.

Banyaknya kebutuhan mulai memperkecil kinerja spektrum dan melambatkan koneksi. MegaMIMO 2.0 diproyeksikan sebagai solusi.

Sistem ini masih dalam tahap uji coba. Belum jelas kapan tim MIT mulai mengomersilkan MegaMIMO 2.0 buat bisnis.


Sumber: http://tekno.kompas.com
Share this: